Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Politik

Neraca Perdagangan Surplus Lagi, PSI: Boleh Bangga Tapi Jangan Terlena!

120
×

Neraca Perdagangan Surplus Lagi, PSI: Boleh Bangga Tapi Jangan Terlena!

Sebarkan artikel ini
Andre Vincent Wenas, Ketua DPP PSI / Juru Bicara bidang Ekonomi.
Example 468x60
Spread the love

Jakarta, Lintas5terkini.com – Neraca perdagangan Indonesia per Maret 2023 surplus lagi. Trend surplus perdagangan ini telah berlangsung secara beruntun sejak Mei 2020. Salah satu prestasi ekonomi Presiden Joko Widodo yang patut diapresiasi, walau tetap perlu dikritisi.

“Ya kita boleh berbangga hati, tapi jangan sampai terlena. Ekspor Indonesia di bulan Maret 2023 mencapai USD 23.50 miliar, sedangkan impornya USD 20,59 miliar. Artinya surplus USD 2,91 miliar. Dan fenomena ini sudah berlangsung sejak Mei 2020, sudah 27 bulan berturut kita surplus perdagangan,” kata Andre Vincent Wenas, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia dalam wawancaranya pada Senin, 24 April 2023.

Example 300x600

“Banyak hal yang mesti terus kita waspadai dan antisipasi, misalnya dampak perang Rusia-Ukraina, nilai tukar rupiah, soal perebutan sumber daya alam yang mempengaruhi kebijakan perdagangan internasional, dan lain-lain. Kita tidak boleh lengah dan terlena dengan surplus sekarang ini. Surplus kita di bulan Maret 2023 itu berasal dari sektor nonmigas USD 4,58 miliar, tapi sektor migasnya defisit USD 1,67 miliar,” kata Andre mengingatkan.

Dari laporan BPS diketahui bahwa secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada kuartal pertama 2023 (Januari-Maret) mencapai USD 67,20 miliar atau naik 1,6% dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor nonmigas mencapai USD 63,19 miliar atau naik 0,55%.

Sedangkan impornya, secara kumulatif pada periode Januari-Maret 2023 mencapai USD 54,95 miliar, atau terkontraksi 3,28% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Penurunan itu disebabkan turunnya impor migas sebesar 3,44% dan impor nonmigas 3,25% year on year.

PSI menilai, “Kinerja perdagangan yang membaik selama 27 bulan terakhir ini harus terus dipertahankan, perlu dianalisa lebih detail apa saja yang menopang itu semua. Faktor infrastruktur yang membaik, regulasi serta kebijakan birokrasi yang kondusif, itu semua harus dicermati.”

“Ingat persaingan di era yang dikenal sebagai VUCA singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity artinya perubahan yang terjadi sangat cepat, tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit kita kendalikan atau kontrol. Perlu leader, tipe kepemimpinan yang berani bersikap, teguh dalam prinsip namun tetap adaptif,” kata Andre Vincent Wenas menutup pembicaraan. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *